Saya masih teringat kejadian ketika saya belum lama pindah dari rumah kontrakan ke rumah yang saya tempati sekarang. Suatu pagi tetangga (yang tau kalo saya bekerja di rumah sakit, tapi tidak tau di bagian apa) datang berlari-lari mengetuk pintu rumah saya.

“Pak endra, tolong saya, istri saya kena Stroke!”

Dengan membawa tensimeter dan termometer (cuma itu yang alat kesehatan yang saya punya di rumah, ada timbangan badan juga sih tapi saya rasa tidak perlu dibawa) saya mengikuti si Bapak berlari menuju rumahnya. Sesampai di rumahnya saya mendapati istrinya sedang duduk di depan cermin di dalam kamar sambil mengusap-usap pipinya. Lho, kok sudah bisa duduk pikir saya?

“Ini pak, istri saya kena Stroke. Pas bangun tidur tadi mukanya mencong. Nggak bisa kumur-kumur pas mau ambil air wudhu!” si Bapak menerangkan dengan panik.

Karena saya sudah membawa tensimeter (biar kelihatan keren gitu!) saya ukur tekanan darah si Ibu. 130/80, cukup normal.

“Umur ibu berapa pak?” saya mulai mengasesment kondisi si Ibu. ” 36 pak!” jawab si Bapak.

Hmm..umur 36, tensi 130/80…Stroke? Apa iya ya? Aku mulai berpikir.

“Coba berdiri bu!” Aku perintahkan si ibu untuk berdiri, dan dengan serta merta dia berdiri. ” Coba tepuk tangan bu!” perintahku selanjutnya, dan si Ibu bertepuk tangan dengan keras, sampai suaminya kaget (lebayy..!) Normal semua…tidak ada masalah apapun. Pandanganku beralih menatap wajah si Ibu untuk melihat kondisi yang kata suaminya tadi mencong. Memang benar, wajah sebelah kiri si Ibu memang mencong/tertarik ke arah kanan.

“Sekarang tutup matanya bu!” kataku lagi. Si ibu berusaha menutup matanya rapat-rapat, tapi mata sebelah kirinya tetap setengah terbuka. “Ok! sekarang coba tiup atau bersiul bu!” si ibu tampak berusaha sekali memajukan bibirnya untuk meniup, tapi tak kunjung berhasil.

“Ya cukup bu!” Aku memerintahkan si Ibu untuk berhenti meniup. Otakku mulai berpikir, jantungku berdegup lebih kencang karena berusaha menyuplai darah ke otak yang sedang bekerja, bibirku agak maju tanda aku berpikir serius, lidahku terjulur… Lho kok?!

Aha! Aku tau jawabannya!

“Bapak nggak perlu khawatir, ibu tidak apa-apa, sakit yang diderita ibu namanya Bell’s Palsy, bukan Stroke!” aku memberikan kesimpulan dari hasil pemeriksaanku tadi dengan dada membusung karena berhasil menemukan jawaban masalah.

Si Bapak bengong…dengan lirih dia bertanya padaku “Apa tadi pak? bel sapi?”

Bell’s Palsy

Based on (lebay) true story inilah maka saya menulis artikel tantang Bell’s palsy ini. Apa sih Bell’s Palsy itu?

Kelumpuhan pada nervus Facialis perifer atau yang biasa disebut dengan istilah Bell’s Palsy, terjadi secara akut dan penyebabnya tidak diketahui dengan jelas atau tidak menyertai penyakit lain yang dapat mengakibatkan lesi nervus facialis. Penyakit ini dapat mengenai semua umur, namun demikian lebih sering terjadi pada usia 20 – 50 tahun. Peluang untuk terjadinya Bell’s Palsy pada pria sama besar dengan wanita.

Para ahli menyebutkan bahwa pada paralysis Bell terjadi proses inflamasi akut pada nervus cranialis VII (facialis) di daerah tulang temporal, di sekitar foramen stilomastoideus. Paralyse Bell ini hampir selalu terjadi unilateral, namun demikian dalam jarak satu minggu atau lebih dapat terjadi paralysis bilateral. Penyakit ini dapat berulang atau kambuh.

Dapat terjadi pada semua umur, dari bayi sampai dewasa, yang terbanyak pada dewasa muda.

Faktor-faktor penyebab terjadinya Bell’s Palsy antara lain ada riwayat ekspos terhadap dingin, naik sepeda motor, naik mobil dengan kaca terbuka, tidur dekat pintu, jendela terbuka atau sehabis begadang.

Gejala pada penderita Bell’s palsy :

  1. tak bisa mengerutkan dahi
  2. mata sebelah tidak dapat dipejamkan
  3. air mata mengalir terus menerus
  4. mulut mencong ke satu sisi
  5. kesulitan untuk makan, karena makanan terkumpul pada satu sisi
  6. rasa pengecapan terganggu
  7. telinga terasa sangat sensitif
  8. penderita tidak bisa berkumur-kumur
  9. kesulitan bila minum oleh karena air mengalir keluar

Kondisi wajah pasien Bell's Palsy

Problematik pada kasus Bell’s palsy antara lain :

  1. Kelemahan otot-otot wajah
  2. Adanya oedem/bengkak di daerah stilomastoideus
  3. Gangguan makan, minum dan berkumur (fungsional wajah)

Adanya mencong pada otot wajah disebabkan karena sisi wajah yang mengalami kelumpuhan akan tertarik oleh otot-otot sisi wajah yang normal.

Antara 80-85 % penderita akan sembuh sempurna dalam waktu 3 bulan. Paralisis ringan atau sedang merupakan tanda prognosis baik. Denervasi otot-otot wajah sesudah 2-3 minggu menunjukkan bahwa terjadi degenerasi aksonal dan hal demikian ini menunjukkan pemulihan yang lebih lama dan tidak sempurna.

Bila ada teman atau keluarga yang mengalami masalah seperti tersebut di atas, tidak perlu bingung. Silahkan berkonsultasi dengan neurologist dan (tentunya) Fisioterapis. Lho kok ke Fisioterapis juga?

Fisioterapi memegang peranan penting dalam penanganan pasien Bell’s Palsy karena Fisioterapi adalah upaya kesehatan yang ditujukan kepada kelompok dan atau individu untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penaganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapis dan mekanik) serta pelatihan dan komunikasi (Kepmenkes 1363 pasal 1 ayat 2).

Beberapa modalitas Fisioterapi yang dapat digunakan dalam penanganan Bell’s Palsy antara lain :

Electrical Stimulation

Stimulasi listrik adalah teknik yang menggunakan arus listrik untuk mengaktifkan saraf penggerak otot dan ekstremitas yang diakibatkan oleh kelumpuhan akibat cedera tulang belakang (SCI), cedera kepala, stroke dan gangguan neurologis lainnya.

Microwave Diathermy

Micro Wave Diathermy (MWD) adalah suatu jenis terapi dengan menggunakan stressor fisik berupa energi elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus listrik bolak – balik dengan frekuensi 2450 MHz dan panjang gelombang 12,25 cm. Bertujuan untuk Micro Wave Diathermy (MWD) adalah suatu jenis terapi dengan menggunakan stressor fisik berupa energi elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus listrik bolak – balik dengan frekuensi 2450 MHz dan panjang gelombang 12,25 cm. Micro Wave Diathermy (MWD) adalah suatu jenis terapi dengan menggunakan stressor fisik berupa energi elektromagnetik yang dihasilkan oleh arus listrik bolak – balik dengan frekuensi 2450 MHz dan panjang gelombang 12,25 cm. Bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah, relaksasi otot-otot wajah dan mengurangi spasme otot stilomastoideus.

Massage

Pijat adalah manipulasi lapisan superficial otot dan jaringan ikat untuk meningkatkan fungsi dan relaksasi otot dan kebugaran. Pada kondisi Bell’s palsy massage diberikan dengan tujuan memobilisasi serabut-serabut otot di area yang mengalami paralysis sehingga terjadi pergerakan pasif dari otot wajah dan memberikan stimulasi gerak. selain itu juga berguna untuk mencegah terjadinya kontraktur otot.

Exercise

Latihan yang diberikan umumnya merupakan latihan aktif berupa Mirror Exercise. Pasien diminta untuk berdiri di depan cermin sambil berusaha untuk menggerakkan otot wajah yang mengalami kelumpuhan. Fisioterapis akan mengajarkan bentuk-bentuk latihan dan menentukan frekuensi atau dosis latihan yang dibutuhkan pasien. Dengan penanganan yang cepat, tepat, akurat dan hebat maka bell’s palsy dapat disembuhkan

Oke, sekarang kita sudah tau sedikit tentang Bell’s Palsy dan penanganannya. Saya punya file (sisa) Laporan Kasus tentang Bell’s Palsy saat praktek klinis jaman kuliah dulu. Mungkin bisa menambah khasanah pengetahuan dalam bidang fisioterapi dan sebagai bahan referensi.

Kalau berkenan silahkan di download filenya di sini. Semoga bermanfaat!

(di tulis oleh enDRa Garnadi, di ambil dari berbagai sumber)

Comments
  1. I hope you’ve already recovered from Bell’s palsy. If not, I have something that may help. I created a natural Bell’s palsy treatment called Vedic Relief that has been working for some people. Stop by my site http://www.vedicrelief.com and fill out a contact form… let me know you’re from “UNIT FISIOTERAPI” and I’ll send you out a free bottle (i mean 100% free, no S&H, nothing). All I ask in return is that you update me in 30 days and let me know how the product worked for you.

    Good Luck & God Bless

    • Thanks for your offer. It’s kind new for me. maybe u can explain to me further or we can discuss about your invention later. i am very interest since i have many patients with Bell’s Palsy. waiting for the next info. Thanks!

  2. Bintang says:

    Bro, mohon ijin tanya… Katanya kalau sering naik motor dengan helm yang terbuka bisa berpotensi kena Bel sapi eh, Bell’s Palsy ini ya?
    Dan, ternyata kalo mikir sekarang kamu masih monyong ya? berarti emang udah bawaan bayi ya?
    Mmm, templatenya bagus bro.. Wah kayanya cepat belajar dan mulai addicted sama ng-blog nih…
    Gan, u tau tangan kiri-ku kan? kira2 bisa di “normal”in lagi gak tanpa operasi? mengingat umur kita yang udah segini…

    • maaf mas baru sempat login lagi. Kondisi Bell’s Palsy memang banyak di derita oleh pengendara motor yang tidak menggunakan helm Full Face. Beruntung sekarang pemerintah mengharuskan pemakaian helm SNI, yang scara tidak langsung mengurangi resiko terserang BP. Kalau kondisi tangan mas prima…itu namanya Gun Stock Deformity (karena posisinya seperti orang yang mau mencabut senjata di pinngang). Ini terjadi karena malunion atau reposisi yang tidak sempurna pada saat mengalami fraktur (patah) bagian supracondilair humerus (tulang lengan atas) saat masa kanak2. Dengan menjalani operasi dan Fisioterapi yang baik maka deformitas ini bisa diatasi. Namun bila sudah terlanjur dewasa maka harus dengan cara operatif (di refraktur dan di reposisi). Tapi saya pribadi tidak menganjurkan tindakan operatif selama tidak menimbulkan keluhan nyeri dan sejenisnya, dan yang paling penting tidak menganggu aktifitas fungsional sehari2. demikian, maaf kalau kurang memuaskan jawabannya.

  3. EMI FITRIANI says:

    HALLO…NAMAKU EMI,AKU TINGGAL DI BANDUNG,SEKARANG AKU BERUMUR 23 THN.MAS AKU MAU TANYA BOLEH YA???DAN DIJAWAB YA???…KALAU PENDERITA BELSPALSY SUDAH TERKENA SELAMA DUA TAHUN LEBIH,MEMANG MASIH BISA DISEMBUHKAN????DENGAN CARA APA,KIRA2 BERAPA LAMA DAN BERAPA BIAYANYA?PERTAMA TERSERANG WAKTU ITU AKU 2 BULAN SEHABIS MELAHIRKAN.PERTAMA TERSERANG BELSPALY SAYA SEMPAT KERUMAH SAKIT DAN MENJALANI FISIOTERAPI,TAPI CUMA SATU KALI.KARENA BIAYANYA PADA WAKTU ITU AKU GAK SANGGUP.SEKALI PERTEMUAN KIRA2 SEBESAR 250RB AN,BELUM LAGI HARUS NEBUS OBAT2ANNYA MASIH BAYAR LAGI.DAN MINIMAL HARUS 3 KALI PERTEMUAN DALAM WAKTU YG GAK BERSELANG LAMA HARUS TERAPI LAGI.AKU MERASA GAK SANGGUP AKAN BIAYANNYA.JADI AKU PUTUSKAN SETELAH ITU AKU PINDAH TERAPI KE PENGOBATAN TRADISIONAL GITU.PALING TIDAK SEMINGGU ADA 2 ATAU 3 KALI PERTEMUAN.DAN ITU AKU JALANI KIRA2 BERLANGSUNG HANYA SAMPAI 2 BULAN SAJA.TAPI SETELAH LEBIH DARI 2 BULAN GAK SEMBUH2 KOK AKU MAKIN PUTUS ASA KALAU2 PENYAKITKU GAK BISA SEMBUH LAGI.DAN AKU GAK TERUSIN TERAPI ITU LAGI SAMPAI SEKARANG.KIRA2 MASIH ADA KESEMPATAN BUAT AKU SEMBUH DARI BELSPALSY INI GAK YA MAS???JUJUR AKU SANGAT TERTEKAN AKAN KEADAANKU SELAMA 2 TAHUN LEBIH INI.SEAKAN2 AKU TIDAK BISA DAN MALES UNTUK MENIKMATI KEHIDUPANKU SEHARI2.DAN AKU BERHARAP INI HANYALAH MIMPI BURUK BAGIKU.TAPI KENYATAAN MENGATAKAN LAIN.SAMPAI SEKARANG PUN AKU MENYADARI,TERNYATA AKU MASIH BELUM BISA MENERIMA KENYATAAN INI.TOLONG AKU BUTUH PENJELASAN DARI MAS.AKU PUNYA ALAMAT FACEBOOK, ( EMI_FITRIANI_CANTIK@YAHOO.COM ) KALAU BOLEH AKU NGEREPOTIN MAS DAN KALAU MAS GAK KEBERATAN AKU MINTA JAWABAN DARI MAS DIKIRIM KE FACEBOOK AKU.APAPUN PENJELASAN YANG MAS BERIKAN KE AKU,SEMUA ITU SANGAT BERARTI BAGIKU.SEBELUM DAN SESUDAHNYA AKU UCAPKAN TERIMAKASIH BANYAK ATAS PENJELASAN YANG MAS AKAN BERIKAN KE AKU.MUDAH2AN ALLAH MEMBALAS KETULUSAN HATI MAS DENGAN KEBAIKAN YANG BERMANFAAT JUGA BAGI MAS…AMIN….AMIN…YARABBALALLAMIN…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s