Semakin majunya perkembangan globalisasi memaksa setiap negara untuk meningkatkan perkembangannya disegala bidang termasuk indonesia. Perubahan pola kehidupan dan pekerjaan masyarakat secara menyeluruh, berbagai penggunaan teknologi canggih, alat – alat  dan mesin yang mengeluarkan polusi mewarnai dinamika kehidupan terutama daerah perkotaan.

Sebagai imbasnya terhadap perkembangan pembangunan di indonesia membawa dampak yang bersipat positif dan negatif. Dampak yang positif adalah ketersediaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sedangkan dampak negatif adalah adanya penurunan tingkat kesehatan lingkungan sebagai akibat proses industri yang dapat menimbulkan limbah baik itu berupa: gas, debu, limbah kimia dan yang lainnya yang dapat mencemari udara disekitarnya.

Salah satu penyakit yang ditimbulkan akibat pemanfaatan teknologi adalah ASMA . Asma ini adalah penyakit oleh karena adanya pencemaran udara akibat dari suatu kejadian yang ditanggapi dengan reaksi yang berlebihan dari saluran pernapasan, terhadap berbagai macam rangsangan dan dapat menyebabkan kesukaran pada saat melakukan napas karena penyumbatan yang menyeluruh dari saluran napas yang dinamis.

Menurut kaliner (1980) asma adalah suatu penyakir yang berdasarkan adanya kepekaan saluran pernafasan yang berlebihan dengan manifestasi berupa penyumbatan (obstruksi) saluran pernafasan yang dapat pulih kembali (reversible) dan diikuti oleh perubahan-perubahan patologi.

Penyakit asma ini merupakan salah satu penyebab kesakitan terbanyak setelah penyakit infeksi. Pada daerah perkotaan dan industri asma ini mempunyai prosentasi yang lebih tinggi.

Asma adalah penyakit paru dengan tanda-tanda khas berupa:

  1. Obstruksi saluran pernafasan yang dapat pulih kembali (namun tidak dapat pulih secara sempurna pada beberapa penderita) baik secara spontan atau dengan pengobatan.
  2. Peradangan saluran pernafasan.
  3. Peningkatan kepekaan atau tanggapan yang berlebihan dari saluran pernafasan terhadap berbagai rangsangan.

Penyakit asma telah dikenal sejak berabad-abad lalu dan sampai sekarang menjadi masalah kesehatan masyarakat. Di Indonesia diperkirakan 2-5 % penduduk menderita penyakit yang ditandai dengan adanya batuk, sesak nafas, dada tertekan dan mengi (nafas berbunyi).

Gambaran Saluran napas saat normal dan saat serangan asma

Klasifikasi asma

Berdasarkan konsensus internasional dan konsensus nasional, asma di klasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu :

1. Asma episodik jarang (asma ringan) :

–          Gejalanya kurang dari satu kali/bulan.

–          Lama serangan kurang dari 1 minggu.

–          Intensitas seranganringan.

–          Tidur dan aktivitas tidak terganggu.

–          Variabelitas lebih dari 15%.

2. Asma episodik sedang (asma sedang) :

–          Lama serangan 1 minggu atau lebih.

–          Intensitas serangan lebih berat.

–          Tidur dan aktivitas sering terganggu.

–          Variabelitas lebih dari 30%

–          Gejala lebih dari 1 kali per bulan.

3. Asma persisten (asma berat) :

–          Gejalanya sering.

–          Aktivitas fisik terbatas.

–          Intensitas serangan berat.

–          Variabelitas lebih dari 50%

Penyebab dan pencetus asma.

Penyebab asma belum diketahui dengan jelas, meskipun yang mendasari penyakit asma adalah broncus yang hiperreaktif, kondisi ini bukan satu-satunya faktor yang menimbulkan terjadinya gejala asma. Berikut ini beberapa pencetus yang dapat menimbulkan serangan asma :

1. Alergen

Adalah zat yang menimbulkan alergi. Alergen merupakan faktor pencetus yang sering di jumpai pada asma. Alergen dapat masuk kedalam tubuh melalui hirupan, makanan, minuman, suntikan yang dapat merupakan alergen adalah debu rumah, spora jamur, serpihan bulu kucing dll. Pada saat pertama kali masuk ke dalam tubuh, alergen akan merangsang sistem pertahanan tubuh untuk menghasilkan zat anti, pada saat pertama kali masuk kedalam tubuh. Zat anti yang dibentuk dikenal dengan nama imonuglin E atau IgE. Tubuh penderita alergi sangat mudah memproduksi IgE yang sangat spesifik terhadap alergen yang merangsangnya.

2. Infeksi saluran nafas

Infeksi saluran nafas merupakan salah satu  faktor pencetus yang paling sering menimbulkan asma. Infeksi saluran nafas disebabkan oleh virus dan bakteri, salah satunya adalah virus influenza, pada orang yang normal infeksi saluran nafas hanya akan menyebabkan batuk, pilek dan demam. Namun pada penderita asma gejala ini akan diikuti dengan serangan asma, oleh karena itu penderita asma peka terhadap infeksi virus sehingga sebaiknya penderita asma menghindari penularan dari orang yang sedang menderita infeksi saluran nafas.

3. Iritan

Iritan atau polusi udara dalam rumah dapat menimbulkan asma, misalnya bau-bau merangsang seperti minyak wangi, semprotan obat nyamuk, cat dan asap rokok. Polusi udara akibat pabrik juga dapat mengganggu penderita asma karena asma sangat peka terhadap zat-zat hasil samping yang dikeluarkan pabrik, terutama asap yang mengandung hasil pembakaran oleh karena itu sebaiknya penderita asma tidak tinggal di daerah sekitar pabrik.

4. Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik yang beratatau berlebihan akan menimbulkan serangan asma pada sebagian besar penderita asma dimana reaksi seorang pengidap asma pada gerakan tubuh yang berat bisa terjadi secara tiba-tiba, tapi pada penderita asma tidak perlu menjauhi olah raga karena dalam jangka panjang olah raga justru bermanfaat bagi penderita asma dan akan meningkatkan kebugaran paru-paru.

5. Obat-obatan

Obata-obatan yang mengandung aspirin, tablet-tablet anti peradangan non steroid, beberapa tablet tekanan darah dan obat tetes mata, oleh karena itu obat-obatan tersebut dapat mencetuskan serangan asma.

6. Faktor Emosi

Faktor emosi misalnya marah dan cemas, selain dapat mencetuskan asma juga dapat memperberat serangan asma yang sudah ada. Dalam situasi yang tertekan tubuh memproduksi hormon, sehingga bila dalam situasi yang mendorong rasa takut atau cemas yang semata-mata kejiwaan dan tidakmenuntut aktivitas fisik tambahan tubuh di bebani hormon secara berlebihan yang tidak bisa dimanfaatkan sehingga menyebabkan detak jantung meningkat., tekanan darah tinggi sehingga terjadi pemicu serangan asma.

7. Cuaca

Cuaca adalah perubahan tekananudara, perubahan suhu dan kelembaban udara, juga dapat menimbulkan serangan asma, udara yang terlalu panas atau dingin juga menimbulkan serangan asma.

Salah satu program penatalaksanaan asma adalah meningkatkan kebugaran fisik dengan melakukan latihan dan olah raga. Bila latihan tersebut dapat di lakukan secara rutin di jadikan sebagai kebiasaan dapat meperbaiki tingkat kebugaran dan secara tidak langsung akan memperbaiki kondisi kondisi pasien sehingga  penderita asma dapat mengontrol kedaannya untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

Dalam tulisan saya berikutnya BERSAHABAT dengan ASMA akan saya bahas penatalaksanaan saat serangan terjadi dan terapi untuk kondisi Asma. Ditunggu ya!

O iya, untuk teman-teman yang akan atau sedang menulis tugas akhir/karya tulis, saya punya koleksi file tentang Asma yang mungkin bisa membantu menambah referensi tulisan anda. Silahkan download filenya di sini. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s